Pelukan yang Mengandung Rencana
Kabut menggantung rendah di atas Danau Barat, seolah menyembunyikan rahasia yang telah lama terpendam. Di tengah taman teh yang bermandikan embun pagi, seorang wanita muda bernama LING MENG (莲梦) berdiri, memandangi bunga Meihua yang baru mekar. Aroma manisnya menusuk kalbunya, membangkitkan kenangan samar yang terasa asing namun begitu dekat.
Ling Meng, pewaris tunggal keluarga Ling yang kaya raya, selalu merasa ada sesuatu yang hilang dalam hidupnya. Mimpi-mimpinya dipenuhi wajah yang tak jelas, suara yang berbisik di telinganya, dan aroma bunga Meihua yang sama.
Suatu hari, saat mengunjungi galeri seni kuno, matanya terpaku pada sebuah lukisan. Seorang pria tampan dengan mata seteduh danau memandang langsung ke arahnya. Di bawah lukisan itu tertulis nama: XI YUAN (西元). Jantung Ling Meng berdebar kencang. Ia merasa seolah mengenal pria itu seumur hidupnya.
Sejak saat itu, Ling Meng terobsesi dengan Xi Yuan. Ia mencari tahu segala sesuatu tentangnya. Xi Yuan adalah seorang seniman berbakat yang hidup seratus tahun lalu. Ia terlibat skandal cinta terlarang dengan seorang wanita bangsawan, yang berujung pada tragedi dan kematian mereka berdua.
Kemudian Ling Meng bertemu dengan ZHAO WEI (赵伟), seorang arsitek muda yang misterius dan karismatik. Zhao Wei memiliki tatapan mata yang sama persis dengan Xi Yuan dalam lukisan itu. Saat tangan mereka bersentuhan, sebuah arus listrik mengalir di antara mereka.
"Kita pernah bertemu sebelumnya," bisik Zhao Wei, suaranya serak. "Di suatu tempat... di suatu waktu..."
Ling Meng dan Zhao Wei mulai menjalin hubungan yang intens. Setiap pertemuan mereka dipenuhi déjà vu, percakapan yang terasa familiar, dan sentuhan yang membangkitkan gairah masa lalu. Mereka menyadari bahwa mereka adalah reinkarnasi dari Xi Yuan dan wanita bangsawan itu.
Namun, ada satu hal yang belum mereka ketahui: dosa dan janji yang mengikat mereka seratus tahun lalu.
Melalui serangkaian mimpi dan petunjuk tersembunyi, Ling Meng dan Zhao Wei mengungkap masa lalu mereka. Xi Yuan dan wanita bangsawan itu (bernama Mei Lan) adalah korban konspirasi jahat yang dirancang oleh tunangan Mei Lan, seorang jenderal kejam yang bernama LONG FEI (龙飞). Long Fei membunuh Xi Yuan dan Mei Lan karena cemburu dan dendam. Sebelum meninggal, Mei Lan bersumpah akan kembali untuk membalas dendam.
Namun, ada satu rahasia yang lebih pahit: Mei Lan mengandung anak Xi Yuan saat ia meninggal. Anak itu adalah cikal bakal keluarga Ling. Jadi, Ling Meng adalah keturunan dari cinta terlarang Xi Yuan dan Mei Lan.
Ling Meng menghadapi reinkarnasi Long Fei, seorang pengusaha kaya raya yang bernama LI WEI (李伟). Li Wei terkejut mengetahui bahwa Ling Meng adalah reinkarnasi dari Mei Lan. Ia mencoba membunuhnya, tetapi Zhao Wei melindunginya.
Di momen terakhir, Ling Meng berdiri di hadapan Li Wei. Tidak ada amarah di matanya, hanya kesedihan yang mendalam. Ia tidak berteriak, tidak memaki, tidak mengancam. Ia hanya menatapnya dengan tatapan yang menusuk jiwa.
"Kau telah hidup dalam kebencian selama seratus tahun," kata Ling Meng, suaranya lirih. "Apakah dendam itu sepadan?"
Li Wei terdiam. Untuk pertama kalinya, ia melihat kehancuran yang telah ia ciptakan. Ia melihat kesia-siaan dendamnya.
Ling Meng berbalik dan berjalan pergi, meninggalkan Li Wei dalam kesunyian yang abadi. Ia membalas dendam bukan dengan kemarahan, tetapi dengan pengampunan yang menghancurkan.
Di saat terakhir cerita, Ling Meng dan Zhao Wei berdiri di tepi Danau Barat, memandangi bulan purnama.
"Kau ingat janjiku?" bisik Zhao Wei, suaranya seperti angin sepoi-sepoi.
Ling Meng tersenyum. Ia ingat janji itu. Janji untuk bertemu lagi... di bawah bunga Meihua yang mekar.
"... Sampai jumpa... di kehidupan selanjutnya..."
You Might Also Like: Produk Skincare Rekomendasi Dokter Beli
0 Comments: