Cinta yang Menghapus Nama di Silsilah Embun pagi menggantung di kelopak sakura, persis air mata yang enggan jatuh. Di balik gerbang megah ...

Seru Sih Ini! Cinta Yang Menghapus Nama Di Silsilah Seru Sih Ini! Cinta Yang Menghapus Nama Di Silsilah

Seru Sih Ini! Cinta Yang Menghapus Nama Di Silsilah

Seru Sih Ini! Cinta Yang Menghapus Nama Di Silsilah

Cinta yang Menghapus Nama di Silsilah

Embun pagi menggantung di kelopak sakura, persis air mata yang enggan jatuh. Di balik gerbang megah kediaman Li, Lin Yi berdiri, tegak namun rapuh. Ia hidup dalam kebohongan yang dirajut indah oleh kakeknya, Li Wei. Kebohongan bahwa ia adalah cucu kesayangan, penerus tunggal kekayaan Li. Kebohongan yang memberinya tahta, namun merenggut jiwanya.

Di sisi lain kota, di antara gang sempit dan hiruk pikuk pasar, hidup seorang pemuda bernama Jiang Chen. Ia menyimpan dendam seumur hidup pada keluarga Li. Dendam atas kematian orang tuanya, dendam atas nama baik yang dicemarkan, dendam yang membara dan membutakan. Ia mencari kebenaran, sebuah kebenaran yang ia yakini akan menghancurkan dinasti Li.

Pertemuan mereka terjadi di bawah rembulan pucat, di sebuah galeri seni yang dipenuhi bayang-bayang. Lin Yi, dengan senyum yang menyembunyikan luka, dan Jiang Chen, dengan tatapan tajam yang menyimpan amarah. Mereka tertarik, tanpa menyadari bahwa takdir sedang memainkan permainan kejam.

"Lukisanmu... menggambarkan kesedihan yang mendalam," kata Lin Yi, suaranya selembut sutra.

"Kesedihan adalah guru terbaik," jawab Jiang Chen, matanya menelisik. "Ia mengajarkan kita KEBENARAN."

Cinta tumbuh di antara mereka, seperti anggrek liar yang mekar di bebatuan terjal. Lin Yi menemukan kedamaian dalam pelukan Jiang Chen, sebuah kedamaian yang ia tahu takkan pernah ia miliki di kediaman Li. Jiang Chen, perlahan, mulai meragukan dendamnya. Mungkinkah Lin Yi, si pewaris Li, tidak bersalah?

Namun, kebenaran ibarat pedang bermata dua. Semakin Jiang Chen mencari, semakin dekat ia pada rahasia kelam keluarga Li. Rahasia yang melibatkan kematian orang tuanya, rahasia tentang asal-usul Lin Yi yang sebenarnya.

Puncaknya terjadi saat perayaan ulang tahun Li Wei. Jiang Chen, dengan keberanian yang dipicu amarah dan cinta, membongkar semua kebohongan. Ia mengungkap bahwa Lin Yi bukanlah cucu kandung Li Wei, melainkan anak haram yang diangkat untuk meneruskan kekayaan. Ia mengungkap kejahatan Li Wei yang menyebabkan kematian orang tuanya.

Kediaman Li bergemuruh. Lin Yi, hancur dan terluka, menatap kakeknya dengan tatapan kosong. Kebohongan itu telah menghancurkan segalanya.

"Jadi, aku... bukan siapa-siapa?" bisiknya, suaranya nyaris tak terdengar.

Li Wei, dengan wajah memerah, mencoba menyangkal. Namun, bukti tak terbantahkan. Keluarga Li runtuh di hadapannya.

Lin Yi, dengan hati yang berkeping-keping, mengambil keputusan. Ia tahu, balas dendam bukanlah jawaban. Namun, keadilan harus ditegakkan. Ia menyerahkan bukti kejahatan Li Wei kepada pihak berwajib, lalu pergi meninggalkan kediaman itu, meninggalkan nama Li di belakangnya.

Jiang Chen menatap Lin Yi. Ia telah mendapatkan kebenaran yang ia cari, namun ia kehilangan cintanya.

"Kemana kamu akan pergi?" tanyanya, suaranya bergetar.

Lin Yi tersenyum tipis, senyum yang menyimpan perpisahan. "Aku akan mencari namaku sendiri. Nama yang tidak tertulis di silsilah keluarga Li."

Ia pergi, menghilang di balik kabut pagi, meninggalkan Jiang Chen dengan rasa bersalah yang tak terperi.

Satu tahun kemudian, di sebuah desa terpencil, Jiang Chen menemukan Lin Yi. Ia hidup sederhana, bahagia, dan memiliki nama baru. Namun, mata Lin Yi tidak lagi memancarkan cinta. Ia telah memaafkan, namun tidak melupakan. Dendam yang tenang, lebih menghancurkan dari amarah membara.

Apakah mereka akan menemukan jalan kembali satu sama lain?

You Might Also Like: 0895403292432 Jual Skincare Dengan

0 Comments: