**Aku Mengingatnya Lewat Luka, Ia Mengingatku Lewat Dosa** Di antara kabut ungu yang menari di atas Sungai Lupa, aku berdiri. Bayanganmu, selembut sutra di pagi hari, menghantuiku. Ingatanku tentangmu adalah fragmen mimpi, pecahan kristal yang menusuk hati setiap kali aku mencoba menyusunnya kembali. Dulu, jemarimu adalah kuas, dan aku kanvas kosongmu. Kau lukis aku dengan warna-warna mentari terbit, dengan janji-janji yang berbisik di antara dedaunan bambu. Tapi lukisan itu, sayang, kini telah ternoda. Dosa-dosamu, seperti tinta hitam yang merayap, menenggelamkan kecemerlangan itu. Aku mengingatmu lewat *luka*. Setiap sayatan pedang di hatiku adalah ukiran namamu. Setiap air mata yang jatuh adalah doa yang tak pernah sampai. Kau adalah melodi yang indah, namun dimainkan di atas senar yang berkarat. Ia mengingatku lewat *dosa*. Beban di pundaknya adalah bayanganku yang terkutuk. Bisikan penyesalan adalah eku dari tawaku yang dulu riang. Ia terperangkap dalam labirin yang ia ciptakan sendiri, dan aku adalah hantu yang menuntunnya semakin dalam. Di kuil usang yang diselimuti lumut, aku menemukan surat-suratnya. Tulisannya bergetar, seperti daun-daun ginkgo yang diterpa angin musim gugur. Ia mengakui segalanya. Pengkhianatan. Kebohongan. Pembunuhan... jiwa kita. Namun, di akhir surat, ada satu kalimat yang mengubah segalanya. Sebuah pengungkapan yang menyayat lebih dalam dari pedang manapun: *“Akulah yang melukaimu, karena aku tahu kau akan mengingatku selamanya lewat rasa sakit itu. Aku ingin menjadi abadi di hatimu, walau sebagai kutukan.”* Ia memilih untuk menjadi iblis dalam ingatanku, daripada sekadar debu yang dilupakan waktu. Cinta kita, ternyata, adalah perjanjian pahit yang ditulis dengan darah. Dulu, aku bertanya-tanya apakah semua ini nyata, atau hanya ilusi dari hati yang terluka. Sekarang, aku tahu. Kebenaran adalah mata pisau yang membelah keindahan menjadi dua. Dan dalam keheningan yang memekakkan, aku mendengar bisikan dari masa lalu... *“Kita akan bertemu lagi, di kehidupan selanjutnya, sayang…”*
You Might Also Like: Reseller Skincare Peluang Usaha Ibu

0 Comments: